MAKALAH MULTIMEDIA INTERAKTIF
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Multimedia Interaktif
Kata multimedia berasal dari bahasa Latin, yakni multi yang memilliki arti banyak atau
bermacam-macam, medium yang memiliki arti sesuatu yang dapat digunakan untuk bisa
menyampaikan maupun membawa sesuatu. Sedangkan pengertian dari Multimedia Interaktif yaitu
merupakan suatu multimedia yang sudah dilengkapi dengan alat pengontrol yang bisa dioperasikan
oleh para penggunanya/user, dimana pengguna tersebut sudah bisa memilih apa yang ingin di
lakukannya untuk menuju ke proses selanjutnya.
Munir (2013, hlm. 110 ) menjelaskaskan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara
berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar, grafik, suara, animasi, video, interaksi, dan
lain-lain yang dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan
kepada publik. Sedangkan pengertian interktif terkait dengan komunikasi dua arah atau lebih dari
komponen-komponen komunikasi. Komponen-komponen dalam multimedia interaktif (berbasis
komputer) adalah hubungan antara manusia (sebagai pengguna) dengan komputer
(software/aplikasi/produk dalam format tertentu, biasanya dalam bentuk CD).
Berdasarkan pengertian multimedia dan interaktif tersebut, dapat disimpulkan bahwa
multimedia interaktif adalah suatu tampilan multimedia yang dirancang oleh desainer agar
tampilannya memenuhi fungsi menginformasikan pesan dan memiliki interaktifitas kepada
penggunanya.
B. Elemen Multimedia Interaktif
Ada lima elemen atau teknologi utama dalam multimedia interaktif, yaitu, teks, grafik,
audio, video, animasi,. Multimedia interaktif menggabungkan dan mensinergikan semua media
tersebut dari teks, grafik, audio, video, animasi dan interaktifitas. Green & Brown (dalam Munir,
2013, hlm. 111).
Selain itu, interaktivitas juga merupakan bagian dari elemen yang diperlukan untuk
melengkapi proses komunikasi interaktif dalam penggunaan multimedia. Setiap elemen ini
memiliki peranan masing-masing dalam mewujudkan informasi yang menarik dan berkesan.
Interaktivitas bukanlah medium. Interaktivitas adalah rancangan dibalik suatu program
multimedia. Interakivitas memungkinkan seseorang untuk mengakses berbagai macam bentuk
media atau jalur di dalam program multimedia sehingga program tersebut lebih berarti dan lebih
memberikan kepuasan bagi pengguna.
Adanya interaktivitas dan fitur interaksi dalam aplikasi multimedia telah menjembatani
interaksi komputer dan pengguna. Hal ini telah merangsang adanya perubahan-perubahan penting
dalam sistem pendidikan dan dampak cara penyampaian informasi kepada siswa. Dari hal tersebut
maka akan membantu perkembangan kemampuan untuk efektif memanfaatkan multimedia
interaktif dalam proses pembelajaran
C. Model Multimedia Interaktif
Terdapat banyak model multimedia interaktif yang digunakan untuk tujuan pembelajaran,
diantaranya tutorial, drill and practice, simulasi, instructional games, hybrid, socratic, inquiry dan
informational.
1. Tutorial
Model tutorial adalah salah satu jenis model pembelajaran yang memuat penjelasan, rumus,
prinsip, bagan, tabel, definisi istilah, latihan dan branching yang sesuai. Disebut branching
karena terdapat berbagai cara untuk berpindah atau bergerak melalui pembelajaran
berdasarkan jawaban atau respon pengguna terhadap materi, soal-soal atau pertanyaanpertanyaan. Jenis ini melibatkan presentasi informasi. Tutorial secara khusus terdiri dari
diskusi mengenai konsep atau prosedur dengan pertanyaan bagian demi bagian atau kuis
pada akhir presentasi. Instruksi tutorial biasanya disajikan dalam istilah “”Frames” yang
berhubungan dengan sekumpulan tampilan. Model tutorial bertujuan untuk menyampaikan
atau menjelaskan materi tertentu, komputer menyampaikan materi, mengajukan
pertanyaan dan memberikan umpan balik sesuai dengan jawaban pengguna.
2. Drill and practice
Model drill and practice menganggap bahwa konsep dasar telah dikuasai oleh pengguna
dan mereka sekarang siap untuk menerapkan rumus-rumus, bekerja dengan kasus-kasus
konkret, dan menjelajahi daya tangkap mereka terhadap materi. Fungsi utama latihan dan
praktik dalam program pembelajaran berbantuan komputer memberikan praktik sebanyak
mungkin terhadap kemampuan siswa. Cara kerja Drill and practice ini terdiri dari tampilan
dari sebuah pertanyaan atau masalah, penerimaan respon dari pengguna, periksaan
jawaban, dan dilanjutkan dengan pertanyaan lainnya berdasarkan kebenaran jawaban. Jenis
ini tidak menampilkan suatu instruksi, tetapi hanya mempraktekkan konsep yang sudah
ada. Jadi jenis ini merupakan bagian dari testing.
3. Simulasi
Simulasi dengan situasi kehidupan nyata yang dihadapi pengguna, dengan maksud untuk
memperoleh pengertian global tentang proses. Simulasi digunakan untuk memperagakan
sesuatu (keterampilan) sehingga pengguna merasa seperti berada dalam keadaan yang
sebenarnya. Simulasi banyak digunakan pada pembelajaran materi yang membahayakan,
sulit, atau memerlukan biaya tinggi, misalnya untuk melatih pilot pesawat terbang atau
pesawat tempur.
4. Instructional games
Model ini jika didesain dengan baik dapat memanfaatkan sifat kompetitif pengguna untuk
memotivasi dan meningkatkan belajar. Seperti halnya simulasi, game pembelajaran yang
baik sukar dirancang dan perancang harus yakin bahwa dalam upaya memberikan suasana
permainan, integritas tujuan pembelajaran tidak hilang.
5. Hybrid
Model hybrid adalah gabungan dari dua atau lebih model multimedia pembelajaran.
Contoh model hybrid adalah penggabungan model tutorial dengan model drill and practice
dengan tujuan untuk memperkaya kegiatan pengguna, menjamin ketuntasan belajar, dan
menemukan metode-metode yang berbeda untuk meningkatkan pembelajaran. Meskipun
model hybrid bukanlah model yang unik, tetapi model ini menyajikan metode yang berbeda
dalam kegiatan pembelajaran. Model hybrid memungkinkan pengembangan pembelajaran
secara komprehensif yaitu menyediakan seperangkat kegiatan belajar yang lengkap.
6. Socratic
Model ini berisi percakapan atau dialog antara pengguna dengan komputer dalam natural
language. Bila pengguna dapat menjawab sebuah pertanyaan disebut Mixed-Initiative CAI.
Socratic berasal dari penelitian dalam bidang intelegensia buatan (Artificial Intelegence).
7. Inquiry
Model Inquiry adalah suatu sistem pangkalan data yang dapat dikonsultasikan oleh
pengguna, dimana pangkalan data tersebut berisi data yang dapat memperkaya
pengetahuan pengguna.
8. Informational
Informational biasanya menyajikan informasi dalam bentuk daftar atau tabel.
Informational menuntut interaksi yang sedikit dari pengguna.
D. Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran
Munir (2013, hlm 114) juga membagi multimedia terbagi dalam dua kategori, yaitu
multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalam multimedia yang tidak
dilengkapi alat pengontrol apapun yang dapat dioprasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan
secata sekuensial (berurutan), contohnya TV dan film. Sedangkan multimedia interaktif adalah
suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioprasikan oleh pengguna,
sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki utuk proses selanjutnya, contohnya
adalah CD pembelajaran interaktif, game.
Pengembangan media pembelajaan yang akan dikembangkan penulis merupakan media
pembelajaran berbasis multimedia, dengan mengkombinasikan elemen-elemen multimedia seperti
teks, grafik, suara, video, animasi serta interaksi. Materi yang diambil adalam materi pada subtema
ayo cintai lingkungan pada pembelajaran tiga. Selanjutnya hasilnya berupa CD pembelajaran
interaktif yang dikemas semenarik mungkin sesuai dengan materi yang akan dibahas.
E. Kelebihan Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran
Pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau menggunakan
multimedia disebut dengan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Penggunaan media
pembelajaran ini dimaksudkan untuk memebantu guru dalam penyampaian materi yang diajarkan
dan juga membantu perserta didik dalam memahami materi yang dipelajarinya.
Munir (2013, hlm 113-114) menjelaskan kelebihan menggunakan multimedia interaktif dalam
pembelajaran diantaranya:
a. Sistem pembelajaran akan lebih inovatif dan interaktif
b. Guru akan selalu dituntut untuk kreatif, inovatif dalam mencari terobosan pembelajaran
c. Mampu menggabungkan antara teks, gambar, audio, video, animasi, grafik kedalam satu
kesatuan yang saling mendukung guna tecapainya tujuan pembelajaran.
d. Menambah motivasi siswa selama proses belajar.
e. Mampu memvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk diterangakan hanya sekedar
dengan penjelasan atau alat peraga yang konvensional.
f. melatih perserta didik untuk lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
F. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif
Pengembangan multimedia interaktif untuk dijadikan media pembelajaran perlu
direncanakan dengan baik terlebih dahulu. Dalam melakukan pengembangan multimedia interaktif
harus memperhatikan beberapa kriteria bahan ajar multimedia. Kriteria bahan ajar multimedia
yang baik menurut Ashyar (2012, hlm. 173) adalah sebagai berikut:
a. Tampilan harus menarik, dilihat dari gambar dan warna yang digunakan.
b. Narasi yang digunakan mudah dipahami oleh siswa.
c. Materi yang disajikan bersifat interaktif, artinya memungkinkan partisipasi dari siswa.
d. Kebutuhan untuk mengakomodasi berbagai model yang berbeda dalam belajar.
e. Karakteristik dan budaya personal dari populasi yang akan dijadikan target.
f. Sesuai dengan karakteristik siswa, karakteristik materi dan tujuan yang ingin dicapai.
g. Sesuai dengan sarana pendukung tersedia.
h. Proses pembelajaran adalah suatu kontinuitas utuh, bukan sopradik dan kejadian terpisah-pisah.
Perlu perancaan yang baik dalam mengembangakan multimedia interaktif sebagai media
pembelajaran. Perencanaan tersebut harus mengikuti langkah-langkah atau prosedur yang sesuai,
agar media pembelajaran yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Ashyar (2012, hlm. 173-176) menjelaskan langkah-langkah pengembangan multimedia
pembelajaran interaktif dalam beberapa tahap, yaitu:
a. Analisis
Proses analisis kurikulum merupakan langkah awal untuk mengembangkan multimedia
pembelajaran. Proses analisis kurikulum ini sangat diperlukan untuk memilih materi mana yang
cocok untuk dikembangkan melalui multimedia. Munadi (dalam Ashyar, 2012, hlm. 174)
mengatakan “setiap bahan ajar multimedia memiliki hasil analisis yang berbeda tergantung dari
jenis materi, sasaran/siswa, tujuan pembelajaran, dan cara penyajiannya”.
b. Pemilihan teknologi
Pemilihan teknoogi dilakukan setelah proses analisis kurikulum. Tujuannya adalah untuk
menentukan teknologi apa saja yang dapat digunakan untuk merealisasikan hasil analisis
kurikulum. Selain itu ditentukan juga jenis hardware dan software yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
c. Merancang desain
Perancangan desain multimedia dapat diawali dengan pencarian ide mengenai bentuk
tampilan dari multimedia pembelajaran. Misalnya merencanakan struktur navigasinya akan seperti
apa. Selain itu perlu dipersiapkan bentuk desain-desain tampilan dan materi yang dibutuhkan
seperti teks, gambar, video, suara, dan lain sebagainya.
d. Menyusun storyboard
Storyboard yaitu diagram alur cerita dari bahan ajar multimedia yang akan dibuat.
Pada storyboard sudah tergambar dengan jelas bagian-bagian dari media.
e. Identifikasi dan pengumpulan materi
Ketika melakukan kegiatan pengumpulan materi maka dibuatkan daftar kebutuhan media
yang akan digunakan meliputi teks, suara, gambar, animasi dan sebagainya. Agar memudahkan
pembuat multimedia, sebaiknya materi yang sudah dikumpulkan dari berbagai sumber disimpan
dalam satu folder yang akan digunakan dalam penyusunan bahan ajar berbasis multimedia.
f. Pembuatan bahan ajar multimedia
Pada tahap ini dilakukan impor bahan dan materi, pembuatan struktur navigasi animasi,
efek transisi, interaksi dan lain-lain. Bahan ajar yang sudah disusun, sebaiknya dievaluasi oleh tim
ahli media, materi, pedagogig, dan termasuk ahli bahasa.
g. Uji coba dan fine tuning
Bahan ajar yang sudah selesai dibuat diujicobakan ke beberapa pengguna untuk
memperoleh masukan. Hasil dari uji coba ini digunakan sebagai bahan perbaikan yang disebut file tuning. Sehingga multimedia yang dikembangkan akan terlihat sempurna dan siap untuk
disebarkan
Komentar
Posting Komentar